Madu adalah herbal dari lebah yang sudah familier bagi kalangan masyarakat, selain rasanya yang enak madu disukai juga karena berbagai khasiat yang terkandung didalamnya. Madu dipercaya memiliki fungsi untuk stamina, kesuburan, daya tahan tubuh dan lainnya. Sehingga banyak orang yang menjadikan madu sebagai konsumsi rutin keluarganya.

Untuk kalangan muslim mengonsumsi madu juga merupakan hal yang baik. Selain menyehatkan juga sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW. Lalu bagaimanakah penjelasan detail mengenai madu yang berada pada Al-Quran dan Sunnah? Disini kami akan membahas mengenai madu dalam perkspektif Al-Quran dan Sunnah, silahkan simak artikel berikut.

Allah berfirman pada Al-Quran sebagai berikut:

” Allah Subhanhu Wa Ta’ala telah memuliakan madu dengan menjadikannya minuman untuk penduduk surga, Dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka….” (QS. Muhammad: 15).

Dalam surat Muhammad ini Allah telah menjadikan madu minuman mulia yang dimana madu tersebut adalah minuman untuk penduduk surga. Tak cukup sampai disitu bahwa di surga juga terdapat sungai-sungai yang mengalir didalamnya madu yang disaring, sehingga madu selain dijadikan minuman penduduk surga madu juga digunakan Allah untuk dijadikan sungai yang mengalir untuk penduduk surga.

baca juga: Dimana beli madu mentah

“Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). ‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS An Nahl; 68-69)

Dari ayat diatas telah menunjukkan bahwa Allah memerintahkan kepada lebah untuk membuat sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang buat oleh manusia. Dan Allah juga memberikan izin kepada lebah-lebah tersebut untuk memakan segala macam buah-buahan untuk dijadikan sebagai bekal hidup lebah dan produksinya.

Sedangkan maksud dari “tempuhlah jalan Rabbmu…” adalah menempuh jalan yang telah dimudahkan oleh Allah dimana lebah bisa sekehendaknya bertebangan di udara yang tinggi dan daratan yang membentang luas serta tempat-tempat lainnya tanpa terkendala. Dan akhirnya kembali ke sarangnya masing-masing tanpa ada satupun yang keliru memasuki sarangnya.

baca juga: Cara menyimpan madu agar kualitas terjaga

Firman-Nya: fiiHi syifaa-ul lin naasi (“Terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia,”) maksudnya, di dalam madu itu terdapat obat penyembuh bagi manusia. Sebagian orang yang berbicara tentang thibbun Nabawi (ilmu kedokteran Nabi) mengatakan, jika Allah mengatakan: “fiiHisy-syifa’ lin nas”, berarti madu itu menjadi obat bagi segala macam penyakit, tetapi Dia mengatakan, “fiiHi syifa’ linnas”, yang berarti bahwa madu itu bisa dipergunakan untuk obat penyakit kedinginan, karena madu itu panas. Penyakit itu selalu diobati dengan lawannya.

Pada sebuah hadits yang lain diriwayatkan oleh bukhari dan muslim dikisahkan bahwa ada seorang yang mendatangi Rasulullah SAW dan orang tersebut berkata: “Sesungguhnya saudaraku sakit perut.” Maka beliau bersabda: “Berilah dia minum madu.”

Kemudian orang itu pergi dan memberinya minum madu. Setelah itu orang tersebut datang dan berkata: “Ya Rasulullah, aku telah memberinya minum madu dan tidak bereaksi kecuali bertambah parah.” Maka beliau berkata: “Pergi dan beri dia minum madu lagi.”

Kemudian orang itu pun pergi dan memberinya minum madu. Setelah itu orang tersebut datang lagi dan berkata: “Ya Rasulullah, dia semakin bertambah parah.” Maka Rasulullah bersabda: “Mahabenar Allah dan perut saudaramu yang berdusta. Pergi dan berilah dia minum madu.” Kemudian dia pun pergi dan memberinya minum madu hingga akhirnya saudaranya itu sembuh.

Dalam hadits yang lain terdapat dalam kitab shahih al-bukhari disebutkan dari ibnu abbas, dimana Rasulullah bersabda:

“Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu pada pembekaman, pada minum madu, atau pembakaran dengan api. Aku melarang umatku dari kayy (pengobatan dengan cara pembakaran).”

Hadits tersebut juga diniwayatkan oleh Muslim dari `Achim bin `Umar bin Qatadah dari Jabir. Hadits lainnya dari Imam Abu `Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qazwaini dalam Sunannya, dari Abdullah bin Mas’ud, dia bercerita, Rasulullah bersabda: “Hendaklah kalian berpegang pada dua penyembuh, yaitu: madu dan al-Qur’an.” Sanad hadits ini adalah jayyid, yang diriwayatkan sendiri oleh Ibnu Majah sebagai hadits marfu’.

Dari potongan ayat alquran dan hadits diatas telah jelas bahwa madu memang memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan, bahkan Rasulullah SAW sampai sampai menganjurkan meminum madu untuk kesehatan kita.

Disisi lain dalam perkembangan ilmu kesehatan juga telah membuktikan bahwa madu memiliki manfaat yang berguna untuk menjaga kesehatan kita, maka dari pendapat yang telah dipaparkan semoga membuat kita semakin yakin dengan khasiat dari madu dan menjadikan kita lebih rutin dalam mengonsumsinya sehingga tubuh kita menjadi lebih sehat.

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan kami mohon maaf atas segala kekurangannya dan terima kasih atas perhatiannya.

Order ke Kami Sekarang juga !!!

Kami sebagai penyedia produk perlebahan menerima pesanan produk perlebahan untuk dinikmati oleh konsumen kami. kami memiliki alasan kenapa anda harus membeli produk dari kami:

  1. produk kami boleh anda coba secara cuma-cuma untuk mengetes rasanya
  2. produk kami didapatkan dari peternak lebah yang berpengalaman
  3. kami memberikan garansi 100% uang kembali jika produk kami terbukti secara klinis merupakan produk palsu

Hubungi nomor kami di 0856-4000-4490 (WA) atau 0823-2851-2311 (SMS) untuk pemesanan

Klik Link untuk Order via WA

Notabene

Untuk order dimohon segera dan secepatnya karena:

  1. produk perlebahan tidak bisa dijamin stoknya selalu ada karena sesuai kondisi di lapangan yang bisa berubah-ubah
  2. dan karena kondisi di lapangan yang berubah maka harga bisa juga berubah
Bagikan Artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *